Beberapa hari ini gue merasakan hal yang nggak biasa. Gue memang penderita gastritis kronis (maag, kata orang sini :p), Tapi baru kali ini gue merasakan lambung bagian atas dan esofagus (saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung) panas, seperti habis diolesin balsem. Kelainan ini disebut Penyakit Refluks Gastroesofageal / GastroEsophageal Reflux Disease (GERD). Berhubung gue akhirnya 'baca' dikit buku2 yang nyaris berdebu di rak buku sana, gue share dikit lah yaa..
Penyakit Refluks Gastro Esofageal atau GastroEsophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi dimana isi cairan dari lambung dimuntahkan/dialirkan kembali (refluxes) kedalam esofagus. Ini terjadi karena otot yang berada di bagian paling bawah esofagus (yang menghubungkan esofagus dan gaster/lambung) tidak menutup dengan sempurna. Hal ini menyebabkan cairan lambung 'naik' dan mengiritasi esofagus.
Penderita GERD umumnya merasakan perasaan panas/terbakar di dada dan tenggorokan (heartburn). Kadang-kadang terasa cairan lambung naik dan sampai ke mulut (indigesti). Ada juga yang rasa nyerinya tajam, seperti angina (nyeri jantung). Jika terasa nyeri tajam seperti ini, harus segera dibedakan itu angina atau nyeri GERD. (Kalo ternyata angina, biar cepat ditangani masalah jantungnya) Gejala lain yang menyertai : mual, muntah, sulit menelan (dysphagia)
GERD kebanyakan disebabkan oleh faktor gaya hidup, antara lain :
1. Obesitas (kegemukan), meningkatkan tekanan intra abdomen (tekanan di dalam perut) sehingga mendorong asam lambung ke atas.
2. Merokok, meningkatkan asam lambung.
3. Stress, meningkatkan asam lambung
4. Kopi, meningkatkan asam lambung
5. Faktor makanan : makanan berlemak, coklat, kue-kue kering, alkohol, yang menurunkan tekanan otot bawah esofagus sehingga menimbulkan refluks.
Penyakit Refluks Gastro Esofageal atau GastroEsophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi dimana isi cairan dari lambung dimuntahkan/dialirkan kembali (refluxes) kedalam esofagus. Ini terjadi karena otot yang berada di bagian paling bawah esofagus (yang menghubungkan esofagus dan gaster/lambung) tidak menutup dengan sempurna. Hal ini menyebabkan cairan lambung 'naik' dan mengiritasi esofagus.
Penderita GERD umumnya merasakan perasaan panas/terbakar di dada dan tenggorokan (heartburn). Kadang-kadang terasa cairan lambung naik dan sampai ke mulut (indigesti). Ada juga yang rasa nyerinya tajam, seperti angina (nyeri jantung). Jika terasa nyeri tajam seperti ini, harus segera dibedakan itu angina atau nyeri GERD. (Kalo ternyata angina, biar cepat ditangani masalah jantungnya) Gejala lain yang menyertai : mual, muntah, sulit menelan (dysphagia)
GERD kebanyakan disebabkan oleh faktor gaya hidup, antara lain :
1. Obesitas (kegemukan), meningkatkan tekanan intra abdomen (tekanan di dalam perut) sehingga mendorong asam lambung ke atas.
2. Merokok, meningkatkan asam lambung.
3. Stress, meningkatkan asam lambung
4. Kopi, meningkatkan asam lambung
5. Faktor makanan : makanan berlemak, coklat, kue-kue kering, alkohol, yang menurunkan tekanan otot bawah esofagus sehingga menimbulkan refluks.
Dalam kasus gue, kayaknya faktor risikonya kopi, coklat dan makanan berlemak, hihihi.. no wonder gw menderita gastritis bertahun-tahun, asam lambung gw suka banget produksi massal besar2an -_-"
GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi antara lain penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett's Esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Amit-amit, jangan sampai deh gw dapet komplikasi kayak begini.. *ketok2meja"
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah :
1. Hindari alkohol (gak pernah minum alkohol selain perjamuan kudus), makanan berlemak (gampang..), makanan asam (err.. masih bisa lah.. *SayGoodByeToTomYam* hikss..), makanan pedas (uhmm.. :p)
2. Berhenti merokok. (gue gak pernah merokok..)
3. Makan teratur (terutama sarapan pagi) dan menghindari makan di larut malam (waduhh.. susah nih..)
4. Meninggikan bantal kepala dan tidur menghadap ke kiri, biar posisi esofagus tetap lebih tinggi dari lambung.
5. Obat2an : Antasida, H2 receptor antagonist, Proton Pump Inhibitor.
6. Pembedahan, buat yang udah nggak mempan sama 4 tindakan diatas.
GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi antara lain penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett's Esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Amit-amit, jangan sampai deh gw dapet komplikasi kayak begini.. *ketok2meja"
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah :
1. Hindari alkohol (gak pernah minum alkohol selain perjamuan kudus), makanan berlemak (gampang..), makanan asam (err.. masih bisa lah.. *SayGoodByeToTomYam* hikss..), makanan pedas (uhmm.. :p)
2. Berhenti merokok. (gue gak pernah merokok..)
3. Makan teratur (terutama sarapan pagi) dan menghindari makan di larut malam (waduhh.. susah nih..)
4. Meninggikan bantal kepala dan tidur menghadap ke kiri, biar posisi esofagus tetap lebih tinggi dari lambung.
5. Obat2an : Antasida, H2 receptor antagonist, Proton Pump Inhibitor.
6. Pembedahan, buat yang udah nggak mempan sama 4 tindakan diatas.
1 comments:
aku jg kena gastritis akutt huhuhu menderita bgt, km minum obat apa sih dikasih dokter? tersiksa bgt gw nih klo plg kul malem muntah2, pagi kerja di ktr lemes, huffft jangan2 kena GERD jg, but life must go on. klo km sembuh kasih tau aku obatnya ya,,,, thanks bgt teman ( i"am jkt)
Post a Comment